MaiBenBen
Minggu, 27 Februari 2011
Berharap aku tidak berharap…..
Minggu, 13 Februari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
hanya untuk dikenang.....
Selasa, 28 Desember 2010
Aku, Jil Gavril, Rachel Fitria…. tak lupa, Teodora Gloria
Tulisan ini terinspirasi dari blognya jil Gavril, tidak bermaksud untuk plagiasi namun mencoba memberikan pandangan dan cerita berbeda mengenai aku dan tiga manusia beda suku yang secara tidak sengaja menjadi teman2 satu angkatan di fakultas tercinta…. Fakultas Biologi. Aku menilai masih banyak yang disimpan jil mengenai kedekatan kami berempat. Banyak hal yang sudah aku lalui bersama mereka selama 2 tahun pertemanan kami. Bermula dari tahun pertama, masa dimana kami berpikir “ untuk aku” hingga masa2 berat yang memaksa kami untuk berpikir “juga untuk orang lain”… pada tahap itulah sebenarnya aku mulai berpikir kalau berbuat sesuatu untuk orang yang tidak kita kenal sekalipun punya nilai tersendiri untuk mereka tentang kita. Tidak ada kata terlambat menurutku, kan kebanyakan orang lebih mudah ngerti dari pengalaman sendiri daripada pengalaman orang lain.
Dulu, duluu sekali….. kami adalah keempat sosok yang selalu bersama, bertukar pikiran, suka tidur bareng nunggu jam kuliah meskipun keadaan kamar kos tidak memungkinkan (not my…^^), makan bareng (KS STEAK pojok kanan ; chicken strip), anak-anak PD (persekutuan doa). Kebersamaan itu pun hilang saat masuk tahun ajaran baru di pertengahan tahun 2009, semenjak silang pendapat diantara kami hingga menjadi perbedaan ideology yang mengakar hingga sekarang. Sangat disayangkan memang, namun tidak banyak ide untuk menyatukan perbedaan ideology itu… baik dari aku sendiri maupun dari ketiga kawanku. Hal itulah yang menjadi faktor utama cerai berainya apa yang sudah kami jaga dari tahun pertama kami kuliah. Kalau dipikir-pikir, ingin rasanya ke masa dimana kami masih suka bertukar pikiran, jil yang suka menceritakan banyak hal tentang kehidupannya, fitri yang begitu ekspresif jika menemukan hal-hal yang menurut dia aneh, dan teo yang suka curhat betapa nistanya perempuan yang belum punya pacar. Menjadi mahasiswa yang jauh dari orangtua tidak begitu berat kala itu (bersama mereka)….
Jil Gavril
Pertama kali melihat sosoknya kala aku terlambat siasat. Dia, bersama ka elin ke ruang perpus juga bermaksud untuk siasat. Penampilan feminim dengan rambutnya yang panjang dan sedikit agak cerewet plus dengan aksen daerahnya yang dulu aku anggap aneh. Aku tau itu, ketika aku perhatikan betapa ribetnya ka elin menghentikan kepanikannya yang telat siasat. Kita pun kenalan disitu, sesaat setelah ka elin melihat layar komputer tempat aku siasat bertuliskan FAKULTAS BIOLOGI. Mungkin pertama kali ketemu tidak terbersit sedikitpun pikiran bahwa aku nantinya akan sahabatan dengan Jil. Banyak penilaianku yang akhirnya berubah pada saat aku mengenalnya lebih jauh… tapi ada juga yang tidak berubah.
Sampai saat ini, aku tau dia mengharapkan sesuatu yang kadangkala bibir dan hatinya sendiri mencoba untuk menyangkal. Yah, meskipun dia bercita-cita untuk tidak menikah nantinya, namun aku berasumsi, dia berteori seperti itu karena blum ada yang mampu menohok jantung hingga tembus ke otaknya. Engineer sekalipun bahkan bisa menjadi pujangga kalo masalah cinta coy (ngerti kan?!) …tapi terkadang jil masih bisa membawa diri di banding aku yang setahun lebih tua. Aku masih tidak habis pikir kesabaran dan keteguhan hatinya meladeni laki-laki yang kemungkinan besar tumbuh dan besar di kulkas (freezer lebih tepat). Pesanku sie, lakukan apa yang kau nilai baik kawan, hidup Cuma sekali…
Rachel Fitria
Sosok besar ini aku liat dan kenal secara langsung di gedung F tepatnya F201, aku tidak terlalu dekat dengannya ketika sosev soalnya orangnya pendiam (dan aku menyesal pernah menilainya demikian sebelumnya). Dia pakai batik ijo dan celana jeans biru, duduk didekat teman-teman yang lain namun tidak berniat untuk buka suara. Aku tidak tau apa yang dia pikirkan, tapi sikapnya yang tertutup membuatku tertarik untuk menyapa duluan. Karena aku paling telat masuk plus blum ikut PPMB, aku masih asing dengan teman-temanku yang lain, blum ada yang dekat. Makanya kuberanikan diri menyapanya, soalnya aku belum punya teman. Jil pun kemarin itu tidak terlalu dekat dengan aku meskipun kita sudah kenal pas siasat. Pertanyaan pertama ketika aku mencoba berteman, “kamu chineese ya?” pertanyaan paling oon setelah aku pikir beberapa menit kemudian. Jelas2 dia warga keturunan, kelliatan dari matanya yang sipit dan kulit mukanya yang khas. Cuma itu pertanyaan yang muncul di kepalaku kala itu.
Fitri, banyak hal yang tergambar di kepalaku tentangnya. Manusia paling egois, ekspresif dan gengsian yang pernah aku kenal. Dan sama seperti jil, aku belum pernah berpikir akan sedekat sekarang ini dengannya. Banyak hal yang sangat bertolak belakang dengan aku. Apalagi sifatnya yang gengsian, yah dia tidak mudah memaafkan kesalahan orang lain. Sifat yang sampai sekarang menurut aku tidak ada untungnya. Namun dibalik sifat dan sikapnya yang seperti itu, ada hal-hal yang aku cukup bangga berteman dengan dia. Kritis, solid dan pekerja keras. Yup tipe seorang pemimpin kalau tidak salah. Mungkin, dia orang yang agak pendiam namun aku menilai banyak pemetaan yang dia lakukan di hampir semua bagian otaknya. Tidak mudah ditebak apa yang dia pikirkan, tapi sifatnya begitu ekspresif diantara teman2 dekatnya. Paling bisa menyembunyikan perasaan dihadapan banyak orang… tapi kadang kalau susah nyimpan perasaan terhadap orang lain akhirnya curhat ke kita juga. Haha.^^
Teodora Gloria
Hmmmm, aku paling dekat dengan teo sebenarnya. Tapi semenjak aku bergabung dengan senat universitas dan matakuliah yang kita ambil banyak yang berbeda, aku aga jarang bertemu teo. Teman yang paling mengerti aku, dan punya banyak persamaan pandangan dalam menilai sesuatu. Meskipun ada beberapa bagian yang kita tidak sejalan, namun itu tidak membuat kita menciptakan jarak satu sama lain dan aku rindu itu…
Senin, 27 Desember 2010
AKU PENGEN PULANG…
Salatiga, 23 Desember 2010…. 11.53 WIB di kamarku yang sempit (Cempaka 174)
Aku suka mendung, apalagi pas hari sudah beranjak siang. Waktu yang tepat (bagiku) untuk tidur. Tapi, aku gak tau knapa aku ga bisa tidur siang ini, “gak wajar lah” aku mikirnya gitu. Dari tadi hanya mandangin langit-langit kamar yang belum tentu mau mandangin aku yang belum mandi (ya sebenarnya langit2 itu depan blakang nya yang mana). Ingat rumah jadinya, kalo ingat fitri tadi berangkat pulang kampung. Ini namanya homesick buddy…. aku cma bisa tertawa setiap kali papa ato mama telfon aku, aku gak tau maksudnya apa ,hampir stiap hari menelponku di saat aku tidak mampu membunuh waktu liburku dengan hal-hal yang buat aku lupa akan rumah dan ketiga saudaraku. Huaaa, melankolis bgt duehhhhh, berhari-hari menyesali diri dan Tuhan. Yup… aku gak bisa mungkir kalo ketidakjadiaanku pulang tahun ini bener2 bikin aku berdosa. Kadangkala nyesali diri gak nekat boking tiket dan menyesali kenapa Tuhan gak kasi aku beberapa pilihan liburan kemana untuk diriku yang terserang homesick lihat temen2ku pada pulkam. Wedeww, ga ada juga yang mau ngajakin jalan, sialan jomblo… kegiatan ku di libur ini hanyalah mendekam dikamar, nunggu hujan, tidur, baca, makan, buang air, begitu seterusnya. Ibu kos ku pun sepertinya aga nyadar aku rada stress ga jadi pulang, ya gmna gak, tiap jam si ibu cek keberadaanku di kamar kemudian sekedar basabasi nanya udah makan blon? Takut kali beberapa hari ke depan kecium bau bangke gak jelas dari kamarku saking lamanya mendekam di kamar. Si ibu pun Cuma nyengir2 horse lega, liat aku bagai beruang kutub ngambek gak jelas yang hibernasi 3 bulan di dalam kamar.
Pengen sie sebenarnya kmana gitu jalan ke hutan buat ngilangin suntuk yang gak tau adat ini. Pengen teriak sekencang2nya “AKU PENGEN PULANG” biarin tuh orang2 kampung cap aku gila, asal beban di hati ini ilang (jiahhhhh), gila udah homesick bgt nieh, bayangin ajah deh udah 2 taon gak ketemu kluarga apa gak ilfil loe liatin org pada pulang kampung. Huhhhh, terkadang orang-orang yang merasa ngerti akupun, aku anggap hina kalo gak pinter ngomong (sini tak jitak ndasmuhhh)…
Sebenere tadi mau curhat mengenai ke”homesick”an ku dengan gaya bahasa yang melankolis, berat dan rada-rada gak jelas macam penulis yang suka bikin karya tulis yang maknanya susah ditangkap org2 awam, biar orang2 yang baca pada simpatik, heran dan iba namun ntah knapa jadi melenceng gila saya punya tulisan, sialan… (aku mengalami krisis diri yang membuatku terus merutuk diri sendiri). Ya mau gimana lagi, disaat temen2 pada pulkam, tak ada yang bisa jadi temen curhat tentang rasa yang kian hari kian menyiksa (jiaaah…. part 2) kepaksa banget deh curhatnya di laptopku, see… bener2 kesepian. Karna bener2 gak ada kerjaan di libur ini maka aku pun berniat untuk bikin tulisan gak mutu (yeee, biarin. Jelek2 tulisan sendiri) hasil curhat diri sendiri selama libur. Itung2 biar ga stress ditinggalin temen2 yang uda pada pullkam gak ingat guwehhhh (pas mo traktiran ato pinjem duit aja ingat)……